ELEKTRO STIMULATOR HWATO SDZ II

 Dwi Setiawan, AMTE

Program Studi Diploma IV Teknologi Rekayasa Elektro-medis
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta II





ABSTRAK

Elektro stimulator Hwato SDZ II adalah sebuah perangkat elektro stimulator yang dirancang untuk mengobati berbagai kondisi medis, seperti disfungsi otot dasar panggul, inkontinensia urin, dan kelemahan otot. Alat ini menggunakan impuls listrik untuk merangsang kontraksi otot, sehingga dapat membantu meningkatkan kekuatan otot, mengurangi gejala inkontinensia urin, dan memperbaiki kinerja fisik secara keseluruhan.

ELEKTRO STIMULATOR

Elektro stimulator adalah alat kedokteran yang memberikan terapi arus listrik dengan frekuensi rendah pada syaraf atau otot yang mengalami kerusakan atau kelainan fungsi yang bertujuan untuk melancarkan sirkulasi darah agar dapat berfungsi normal kembali.

Kegunaan dari elektroda adalah ialah untuk perantara terapi pada tubuh pasien yang dimana elektroda akan meghantarkan arus listrik untuk terapi. Bahan yang dipakai sebagai elektroda adalah perak serta tembaga. Dalam pemilihan bahan elektroda sangat penting, terutama bahan elektroda yang dapat disterilkan (karena pemakaian terus menerus terhadap berbagai penderita). Untuk pilihan utama adalah perak (Ag) dan ditutupi lapisan perak tipis perak chlorida (AgCl).

Elektroda yang sering dipakai pada alat stimulator menggunakan bentuk floating, dimana elektroda ini merupakan elektroda type baru. Prinsip dari elektroda ini dibuat untuk mencegah kontak langsung antara logam dengan kulit. Dalam pemakaian elektroda ini kain pelapis elektroda harus dibasahkan terlebih dahulu dengan air yang berfungsi sebagai penghantar arus listrik kepada bagian tubuh pasien.

PRINSIP DASAR

Alat stimulator merupakan peralatan yang menggunakan peralatan yang menggunakan listrik yang berfrekuensi rendah untuk therapy (penyembuhan). Alat ini mempunyai pengaruh terhadap fungsi-fungsi anggota tubuh yang terganggu karena dapat melancarkan peredaran darah, baik darah merah maupun darah putih. Bila peredaran darah diseluruh tubuh normal dan lancar, maka semua kotoran yang berupa asam urat dan karbondioksida dalam darah akanbisa diangkut darah ke tempat pembuangan, karena apabila peredaran darah tidak normal maka kotoran yang tidak bisa terangkut oleh darah akan mengendap berbentuk kristal yang bisa menyumbat aliran darah, hal ini bisa mengganggu kesehatan.

Pesawat stimulator merupakan peralatan yang menggunakan listrik berfrekuensi rendah untuk terapi. Selain frekuensi yang diperhatikan, pengulangan dalam penggunaan alat ini sangat penting serta pemilihan bentuk gelombang manakah yang akan digunakan. Untuk penggunaan dalam jangka waktu singkat dan bersifat merangsang saraf otot, maka digunakan arus faradik. Sedangkan untuk penggunaan dalam jangka waktu yang lama dan bertujuan untuk merangsang otot yang telah mengalami kerusakan pada saraf otot, maka digunakan arus galvanic.

Proses fisioterapi dengan alat stimulator menggunakan sumber arus DC, arus yang dihasilkan sekitar 5-600 mA dan frekuensi sebesar 1-2000Hz tergantung ukuran dari elektroda yang digunakan yang juga berkaitan dengan tahan tubuh dan jenis pemeriksaan. Efek terapi menggunakan arus listrik ini tergantung dari banyaknya pulsa yang dihasilkan atau frekuensi seperti di bawah ini:

Pulsa tunggal menyebabkan kontraksi otot yang sangat singkat dan diteruskan dengan periode relaksasi. Pada frekuensi 1-5 Hz, periode relaksasi akan mengikuti setelah kontraksi penuh dari otot. 

Pada frekuensi 5 sampai 30 Hz, waktu relaksasi diantara seriap pulsa yang dihasilkan sangat singkat. Efek yang dihasilkan dari frekuensi ini yaitu kontraksi yang berlangsung cepat sehingga frekuensi pada tahap ini juga disebut frekuensi yang menggerakkan. 

Pada frekuensi lebih dari 30 Hz, otot akan tetap pada posisi kontraksi sejak pulsa disalurkan, periode relaksasi yang dihasilkan lebih sedikit dari kontraksi yang dihasilkan.

Bentuk arus yang digunakan pada alat Elektrostimulator:

Arus Faradik:

Istilah faradik mula-mula digunakan untuk arus yang keluar dari faradic coil, suatu induction coil. Arus ini merupakan arus bolak-balik yang tidak simetris, tiap cycle terdiri dari dua fase yang tidak sama. 

Fase pertama dengan fase kedua dengan intensitas rendah dan durasi panjang, sedangkan fase kedua dengan intensitas tinggi dan durasi pendek. Fase pertama berfrekuensi sekitar 50 cycle/detik dan durasi fase kedua sekitar 1 milisecond (0,001 detik).

Arus Galvanic:

Digunakan untuk pengobatan awal pada penderita kelainan saraf denevated (kelumpuhan ringan) dan untuk gangguan aliran darah.

Arus sinusoidal:

Arus sinusoidal merupakan arus AC yang simetris grafiknya, berfrekuensi rendah (50 cycle/detik). Arus sinusoidal dihasilkan oleh dinamo AC atau arus rumah (AC). Apabila dari AC, perlu menggunakan step down transformer sehngga diperoleh tegangan yang lebih rendah.

PRINSIP KERJA

Prinsip kerja dari Electro Stimulator adalah neuroprosthese elektrik yang merangsang otot yang lumpuh dengan menyediakan perangkat tambahan fungsional sehingga pasien dapat melakukan aktivitas secara optimal. Sistem ini juga dapat membantu berbagai fungsi seperti fungsi peregangan tangan, membantu berdiri, melangkah, meningkatkan fungsi bladder dan membantu pernapasan. Cara kerja dari Electro Stimulator adalah dengan memasang dua elektroda pada intramuskuler atau kulit yang kemudian dihubungkan dengan stimulator atau dan selanjutnya informasi atau datanya akan dikirim ke eksternal unit control untuk kemudian dikembalikan berupa respon gerak. Electro Stimulator merupakan perangkat stimulasi listrik yang langsung merangsang saraf dan otot atau neuromuscular. Pada penggunaan awal Electro Stimulator digunakan dengan memasang elektroda pada bagian permukaan tubuh, namun mengingat masalah kosmetik dan komplikasi medik kemudian diubah dengan metode pemasangan implant. Elektroda yang terpasang kemudian diset melalui alat pacu untuk mengintegrasikan antara fungsi sensorik, motorik dan otonom. Pada aplikasi klinis pada alat ini dapat dimanfaatkan untuk aktivitas hidup sehari-hari seperti untuk stimulasi otot dan saraf pada otot tungkai dan saraf sacral untuk pemulihan kandung kemih, fungsi usus, fungsi saraf frenikus atau diaprgma untuk respon pernapasan atau batuk.

INDIKASI ELEKTRO STIMULATOR

a. Penguatan otot

b. Re-edukasi otot, mencegah kelemahan otot atau atrofi otot

c. Pemendekan otot atau spasme otot

d. Menghilangkan nyeri

e. Kelemahan otot karena gangguan saraf

f. Menghilangkan bengkak atau edema

g. Menyembuhkan peradangan karena suatu trauma atau sehabis operasi

h. Menyembuhkan luka dan perbaikan jaringan

i. Membantu memasukkan obat-obat topikal sehingga obat-obat tersebut akan masuk lebih dalam mencapai target terapi dan efektif. Terapi stimulasi listrik jenis ini disebut Iontophoresis.

KONTRA INDIKASI ELEKTRO STIMULATOR

Kontraindikasi pemberian terapi stimulasi listrik berhubungan dengan penempatan elektroda pada daerah yang akan diterapi.

a. Kontraindikasi absolut atau mutlak tidak diperbolehkan:

Alat pacu jantung (cardiac pacemaker).

Kelainan irama jantung/artimia.

Menaruh elektroda stimulasi listrik pada daerah sinus karotis di daerah depan leher bagian luar karena dapat menyebabkan penurunan tekanan darah tibatiba dan menyebabkan pingsan.

Pada daerah kelainan kelainan pembuluh darah arteri maupun vena seperti tromboflebitis atau thrombosis.

Pada kehamilan terutama dengan menempatkan elektroda pada daerah perut atau punggung bawah.

b. Kontraindikasi relatif, atau masih diperbolehkan tetapi dengan pengawasan ketat dari dokter dan terapis:

Kelainan jantung

Gangguan mental atau kesadaran dan gangguan sensibilitas (baal)

Tumor ganas

Iritasi kulit atau luka terbuka

Pemberian iontophoresis setelah pemberian modalitas terapi lain seperti terapi panas, dingin atau ultrasound

PROSEDUR TERAPI ELEKTRO STIMULATOR

Sebelum mendapatkan terapi stimulasi listrik sebaiknya menggunakan baju longgar yang nyaman guna memudahkan untuk proses terapi, untuk bagian atas dianjurkan untuk menggunakan baju tanpa lengan, untuk bagian bawah sebaiknya menggunakan rok longgar yang nyaman atau celana pendek. Bila tidak mempersiapkan pakaian seperti yang dianjurkan di atas, terapis atau dokter akan memberikan baju khusus untuk terapi, seperti kemben atau rok. Sebaiknya juga tidak menggunakan lotion ataupun obat-obatan gosok yang dapat menghambat transmisi aliran listrik, bila menggunakan lotion atau obat-obatan yang dioles sebaiknya beritahukan kepada terapis atau dokter sebelum terapi dimulai. Berikut adalah prosedur terapi stimulasi listrik:

Menggunakan pakaian yang longgar dan nyaman.

Dokter atau terapis akan memeriksa kembali daerah yang akan diberikan terapi dan melakukan wawancara ulang mengenai kelainan yang diderita dan kemungkinan kontraindikasi untuk pemberian terapi dan riwayat alergi terhadap zat-zat tertentu yang dioleskan. Dokter maupun terapis akan menjelaskan sekali lagi tujuan terapi stimulasi listrik sesuai kondisi dan keadaan seseorang, yang berbeda pada masing-masing individu

Dokter atau terapis akan membersihkan daerah yang akan diterapi dari minyak ataupun kotoran yang menempel di kulit termasuk dari lotion atau obat-obat gosok yang dipakai sebelumnya dengan menggunakan kapas alkohol atau kapas yang diberi air. Bila mempunyai kulit yang sensitif dan kering sekali sebaiknya diberitahukan kepada dokter atau terapis, sehingga tidak akan digunakan kapas alkohol yang kadang dapat menyebabkan iritasi kulit.

Dokter atau terapis akan memposisikan bagian yang akan diterapi senyaman mungkin

Dokter atau terapis akan menempatkan elektroda yang berupa pad dengan lapisan gel di atasnya atau elektroda dengan bahan tertentu yang akan diikat pada daerah yang akan diterapi.

Dokter atau terapis akan melakukan pengaturan dosis alat stimulasi listrik dan memulai terapi dengan menaikkan intensitas alat secara perlahan-lahan sampai penderita merasakan adanya aliran listrik atau kontraksi otot sesuai dengan tujuan terapi yang diinginkan dokter atau terapis. Setiap 5 menit sekali dokter atau terapis akan menanyakan apakah masih terasa, kemudian akan menaikkan secara perlahan-lahan intensitasnya sampai mencapai dosis yang diinginkan

Bila terasa nyeri, panas, perih dan pegal berlebihan saat terapi berlangsung segera beritahu dokter atau terapis Anda.

Setelah selesai terapi, dokter atau terapis akan melepas elektroda dan membersihkan sisa gel yang menempel pada pad yang masih tersisa pada daerah yang diterapi.

Dokter atau terapis akan kembali melakukan pemeriksaan dan wawancara mengenai efek yang dirasakan setelah selesai terapi.

FREKUENSI TERAPI ELEKTRO STIMULATOR

Frekuensi pemberian terapi stimulasi listrik agar didapatkan hasil yang optimal bersifat individual, yaitu bergantung pada respon individu dan tujuan terapi yang diberikan. Misalnya untuk menghilangkan nyeri biasanya terapi dapat diberikan setiap hari atau seminggu 3 kali hingga 6 kali. Untuk menguatkan otot atau perbaikan kerusakan saraf terapi sebaiknya diberikan seminggu 3 kali selama 3-4 bulan. Tidak ada standar tertentu hingga berapa kali hasil yang optimal bisa didapatkan, karena dipengaruhi oleh banyak faktor seperti telah disebutkan di atas, dan bergantung pada pengalaman dan keahlian dokter atau terapis yang memberikan terapinya dan apakah penderita juga mendapatkan dan melakukan terapi lain yang dapat menunjang pemulihan dan kesembuhannya, seperti terapi latihan dan sebagainya.

EFEK SAMPING TERAPI ELEKTRO STIMULATOR

- Luka Bakar

- Iritasi kulit dan inflamasi kulit pada penderita yang memiliki alergi kulit

- Bertambah nyeri atau pegal yang akan segera hilang setelah beberapa hari

KESIMPULAN

Elektrostimulator Hwato SDZ II adalah alat kedokteran yang digunakan untuk mengobati berbagai kondisi medis, termasuk disfungsi otot dasar panggul, inkontinensia urin, dan kelemahan otot. Alat ini menggunakan impuls listrik untuk merangsang kontraksi otot, sehingga dapat membantu meningkatkan kekuatan otot, mengurangi gejala inkontinensia urin, dan memperbaiki kinerja fisik secara keseluruhan. Elektrostimulator Hwato SDZ II memiliki beberapa indikasi penggunaan, namun juga memiliki beberapa kontraindikasi yang perlu diperhatikan. Dalam penggunaan alat ini, perlu dilakukan prosedur terapi yang tepat dan di bawah pengawasan dokter atau terapis yang berpengalaman. Dengan demikian, Elektrostimulator Hwato SDZ II dapat menjadi alat yang efektif dalam mengobati berbagai kondisi medis.

VIDEO CARA PENGGUNAAN

SDZ II Cara Penggunaan

Komentar

  1. Terima kasih banyak atas ilmunya mas👍🏻

    BalasHapus
  2. abang nya baik, mau berbagi ilmu sebanyak ini

    BalasHapus
  3. informasinya jelas dan mudah dipahami, keren...

    BalasHapus
  4. Keren sekali, sangat informatif dan mudah dipahami

    BalasHapus
  5. materinya lengkap, terimakasih sharing ilmunya

    BalasHapus
  6. Terima kasih, menambah wawasan baru mengenai alat ini

    BalasHapus
  7. Informasinya sangat bermanfaat terima kasih

    BalasHapus
  8. informatif sekali, semoga bermanfaat

    BalasHapus
  9. Artikel yang sangat jelas semoga bermanfaat

    BalasHapus
  10. Sangat informatif dan bermanfaat

    BalasHapus

Posting Komentar