ELEKTRO STIMULATOR HWATO SDZ II
Dwi Setiawan, AMTE
Pulsa tunggal menyebabkan kontraksi otot yang sangat singkat dan diteruskan dengan periode relaksasi. Pada frekuensi 1-5 Hz, periode relaksasi akan mengikuti setelah kontraksi penuh dari otot.
Pada frekuensi 5 sampai 30 Hz, waktu relaksasi diantara seriap pulsa yang dihasilkan sangat singkat. Efek yang dihasilkan dari frekuensi ini yaitu kontraksi yang berlangsung cepat sehingga frekuensi pada tahap ini juga disebut frekuensi yang menggerakkan.
Pada frekuensi lebih dari 30 Hz, otot akan tetap pada posisi kontraksi sejak pulsa disalurkan, periode relaksasi yang dihasilkan lebih sedikit dari kontraksi yang dihasilkan.
Bentuk arus yang digunakan pada alat Elektrostimulator:
Arus Faradik:
Istilah faradik mula-mula digunakan untuk arus yang keluar dari faradic coil, suatu induction coil. Arus ini merupakan arus bolak-balik yang tidak simetris, tiap cycle terdiri dari dua fase yang tidak sama.
Fase pertama dengan fase kedua dengan intensitas rendah dan durasi panjang, sedangkan fase kedua dengan intensitas tinggi dan durasi pendek. Fase pertama berfrekuensi sekitar 50 cycle/detik dan durasi fase kedua sekitar 1 milisecond (0,001 detik).
Arus Galvanic:
Digunakan untuk pengobatan awal pada penderita kelainan saraf denevated (kelumpuhan ringan) dan untuk gangguan aliran darah.
Arus sinusoidal:
Arus sinusoidal merupakan arus AC yang simetris grafiknya, berfrekuensi rendah (50 cycle/detik). Arus sinusoidal dihasilkan oleh dinamo AC atau arus rumah (AC). Apabila dari AC, perlu menggunakan step down transformer sehngga diperoleh tegangan yang lebih rendah.
PRINSIP KERJA
Prinsip kerja dari Electro Stimulator adalah neuroprosthese elektrik yang merangsang otot yang lumpuh dengan menyediakan perangkat tambahan fungsional sehingga pasien dapat melakukan aktivitas secara optimal. Sistem ini juga dapat membantu berbagai fungsi seperti fungsi peregangan tangan, membantu berdiri, melangkah, meningkatkan fungsi bladder dan membantu pernapasan. Cara kerja dari Electro Stimulator adalah dengan memasang dua elektroda pada intramuskuler atau kulit yang kemudian dihubungkan dengan stimulator atau dan selanjutnya informasi atau datanya akan dikirim ke eksternal unit control untuk kemudian dikembalikan berupa respon gerak. Electro Stimulator merupakan perangkat stimulasi listrik yang langsung merangsang saraf dan otot atau neuromuscular. Pada penggunaan awal Electro Stimulator digunakan dengan memasang elektroda pada bagian permukaan tubuh, namun mengingat masalah kosmetik dan komplikasi medik kemudian diubah dengan metode pemasangan implant. Elektroda yang terpasang kemudian diset melalui alat pacu untuk mengintegrasikan antara fungsi sensorik, motorik dan otonom. Pada aplikasi klinis pada alat ini dapat dimanfaatkan untuk aktivitas hidup sehari-hari seperti untuk stimulasi otot dan saraf pada otot tungkai dan saraf sacral untuk pemulihan kandung kemih, fungsi usus, fungsi saraf frenikus atau diaprgma untuk respon pernapasan atau batuk.
INDIKASI ELEKTRO STIMULATOR
a. Penguatan otot
b. Re-edukasi otot, mencegah kelemahan otot atau atrofi otot
c. Pemendekan otot atau spasme otot
d. Menghilangkan nyeri
e. Kelemahan otot karena gangguan saraf
f. Menghilangkan bengkak atau edema
g. Menyembuhkan peradangan karena suatu trauma atau sehabis operasi
h. Menyembuhkan luka dan perbaikan jaringan
i. Membantu memasukkan obat-obat topikal sehingga obat-obat tersebut akan masuk lebih dalam mencapai target terapi dan efektif. Terapi stimulasi listrik jenis ini disebut Iontophoresis.
KONTRA INDIKASI ELEKTRO STIMULATOR
Kontraindikasi pemberian terapi stimulasi listrik berhubungan dengan penempatan elektroda pada daerah yang akan diterapi.
a. Kontraindikasi absolut atau mutlak tidak diperbolehkan:
Alat pacu jantung (cardiac pacemaker).
Kelainan irama jantung/artimia.
Menaruh elektroda stimulasi listrik pada daerah sinus karotis di daerah depan leher bagian luar karena dapat menyebabkan penurunan tekanan darah tibatiba dan menyebabkan pingsan.
Pada daerah kelainan kelainan pembuluh darah arteri maupun vena seperti tromboflebitis atau thrombosis.
Pada kehamilan terutama dengan menempatkan elektroda pada daerah perut atau punggung bawah.
b. Kontraindikasi relatif, atau masih diperbolehkan tetapi dengan pengawasan ketat dari dokter dan terapis:
Kelainan jantung
Gangguan mental atau kesadaran dan gangguan sensibilitas (baal)
Tumor ganas
Iritasi kulit atau luka terbuka
Pemberian iontophoresis setelah pemberian modalitas terapi lain seperti terapi panas, dingin atau ultrasound
PROSEDUR TERAPI ELEKTRO STIMULATOR
Sebelum mendapatkan terapi stimulasi listrik sebaiknya menggunakan baju longgar yang nyaman guna memudahkan untuk proses terapi, untuk bagian atas dianjurkan untuk menggunakan baju tanpa lengan, untuk bagian bawah sebaiknya menggunakan rok longgar yang nyaman atau celana pendek. Bila tidak mempersiapkan pakaian seperti yang dianjurkan di atas, terapis atau dokter akan memberikan baju khusus untuk terapi, seperti kemben atau rok. Sebaiknya juga tidak menggunakan lotion ataupun obat-obatan gosok yang dapat menghambat transmisi aliran listrik, bila menggunakan lotion atau obat-obatan yang dioles sebaiknya beritahukan kepada terapis atau dokter sebelum terapi dimulai. Berikut adalah prosedur terapi stimulasi listrik:
Menggunakan pakaian yang longgar dan nyaman.
Dokter atau terapis akan memeriksa kembali daerah yang akan diberikan terapi dan melakukan wawancara ulang mengenai kelainan yang diderita dan kemungkinan kontraindikasi untuk pemberian terapi dan riwayat alergi terhadap zat-zat tertentu yang dioleskan. Dokter maupun terapis akan menjelaskan sekali lagi tujuan terapi stimulasi listrik sesuai kondisi dan keadaan seseorang, yang berbeda pada masing-masing individu
Dokter atau terapis akan membersihkan daerah yang akan diterapi dari minyak ataupun kotoran yang menempel di kulit termasuk dari lotion atau obat-obat gosok yang dipakai sebelumnya dengan menggunakan kapas alkohol atau kapas yang diberi air. Bila mempunyai kulit yang sensitif dan kering sekali sebaiknya diberitahukan kepada dokter atau terapis, sehingga tidak akan digunakan kapas alkohol yang kadang dapat menyebabkan iritasi kulit.
Dokter atau terapis akan memposisikan bagian yang akan diterapi senyaman mungkin
Dokter atau terapis akan menempatkan elektroda yang berupa pad dengan lapisan gel di atasnya atau elektroda dengan bahan tertentu yang akan diikat pada daerah yang akan diterapi.
Dokter atau terapis akan melakukan pengaturan dosis alat stimulasi listrik dan memulai terapi dengan menaikkan intensitas alat secara perlahan-lahan sampai penderita merasakan adanya aliran listrik atau kontraksi otot sesuai dengan tujuan terapi yang diinginkan dokter atau terapis. Setiap 5 menit sekali dokter atau terapis akan menanyakan apakah masih terasa, kemudian akan menaikkan secara perlahan-lahan intensitasnya sampai mencapai dosis yang diinginkan
Bila terasa nyeri, panas, perih dan pegal berlebihan saat terapi berlangsung segera beritahu dokter atau terapis Anda.
Setelah selesai terapi, dokter atau terapis akan melepas elektroda dan membersihkan sisa gel yang menempel pada pad yang masih tersisa pada daerah yang diterapi.
Dokter atau terapis akan kembali melakukan pemeriksaan dan wawancara mengenai efek yang dirasakan setelah selesai terapi.
FREKUENSI TERAPI ELEKTRO STIMULATOR
Frekuensi pemberian terapi stimulasi listrik agar didapatkan hasil yang optimal bersifat individual, yaitu bergantung pada respon individu dan tujuan terapi yang diberikan. Misalnya untuk menghilangkan nyeri biasanya terapi dapat diberikan setiap hari atau seminggu 3 kali hingga 6 kali. Untuk menguatkan otot atau perbaikan kerusakan saraf terapi sebaiknya diberikan seminggu 3 kali selama 3-4 bulan. Tidak ada standar tertentu hingga berapa kali hasil yang optimal bisa didapatkan, karena dipengaruhi oleh banyak faktor seperti telah disebutkan di atas, dan bergantung pada pengalaman dan keahlian dokter atau terapis yang memberikan terapinya dan apakah penderita juga mendapatkan dan melakukan terapi lain yang dapat menunjang pemulihan dan kesembuhannya, seperti terapi latihan dan sebagainya.
EFEK SAMPING TERAPI ELEKTRO STIMULATOR
- Luka Bakar
- Iritasi kulit dan inflamasi kulit pada penderita yang memiliki alergi kulit
- Bertambah nyeri atau pegal yang akan segera hilang setelah beberapa hari
KESIMPULAN
Elektrostimulator Hwato SDZ II adalah alat kedokteran yang digunakan untuk mengobati berbagai kondisi medis, termasuk disfungsi otot dasar panggul, inkontinensia urin, dan kelemahan otot. Alat ini menggunakan impuls listrik untuk merangsang kontraksi otot, sehingga dapat membantu meningkatkan kekuatan otot, mengurangi gejala inkontinensia urin, dan memperbaiki kinerja fisik secara keseluruhan. Elektrostimulator Hwato SDZ II memiliki beberapa indikasi penggunaan, namun juga memiliki beberapa kontraindikasi yang perlu diperhatikan. Dalam penggunaan alat ini, perlu dilakukan prosedur terapi yang tepat dan di bawah pengawasan dokter atau terapis yang berpengalaman. Dengan demikian, Elektrostimulator Hwato SDZ II dapat menjadi alat yang efektif dalam mengobati berbagai kondisi medis.
VIDEO CARA PENGGUNAAN

Informasi lengkap keren sekali
BalasHapusTerima kasih banyak atas ilmunya mas👍🏻
BalasHapusSangat informatif
BalasHapusWahh ini maa keren..
BalasHapuslengkap dan jelas banget
BalasHapusabang nya baik, mau berbagi ilmu sebanyak ini
BalasHapusinformasinya jelas dan mudah dipahami, keren...
BalasHapusKeren sekali, sangat informatif dan mudah dipahami
BalasHapusTulisan yang bagus, informatif.
BalasHapuskeren, informatif
BalasHapusSangat informatif🔥
BalasHapusMantap, thanks infonya bang
BalasHapussangat mencerahkan.
BalasHapusbagus banget
BalasHapusinformatif sekali
BalasHapusTerima kasih, sangat bermanfaat
BalasHapusnice info
BalasHapusmateri yang sangat baik
BalasHapusmaterinya lengkap, terimakasih sharing ilmunya
BalasHapusSusunan yang baik 👍
BalasHapusMantap Informanya Detail
BalasHapusInfo yang baik good joob
BalasHapusTerima kasih, menambah wawasan baru mengenai alat ini
BalasHapussangat bagus
BalasHapusJadi lebih faham
BalasHapusSangat membantu
BalasHapusInformasinya sangat bermanfaat terima kasih
BalasHapusinformasinya sangat membantu
BalasHapusbagus kak, sangat membantu
BalasHapussangat bermanfaat
BalasHapusBermanfaat sekali
BalasHapus👍👍
BalasHapusinformatif sekali, semoga bermanfaat
BalasHapusArtikel yang sangat jelas semoga bermanfaat
BalasHapusSangat informatif dan bermanfaat
BalasHapusMantap
BalasHapusterimakasih, sangat informatif
BalasHapusSangat membantu dan bermanfaat
BalasHapus